“Bulan haram dengan bulan haram, dan (terhadap) hal yang dihormati berlaku (hukum) qisas…”

[Al-Baqarah: 194]

Bulan haram disisi Alloh Ta’ala dalam 1 tahun ada 4 (empat), yaitu Dzul Qa’dah, Dzul Hijjah, Muharram dan Rajab.

Bulan-bulan tersebut adalah bulan yang diagungkan disisi Alloh Ta’ala. Setiap kebaikan dalam bulan tersebut pahalanya dilipat-gandakan dan setiap perbuatan keji akan dilipat-gandakan pula balasannya.

Oleh karena itu, setiap orang yang memiliki sedikit saja iman dalam kalbunya akan senantiasa berhati-hati dalam bertindak ketika memasuki bulan tersebut. Seraya memperbanyak taubat, ibadah, infaq dan ibadah lainnya. Untuk menghilangkan sifat nifaq dalam dirinya dan agar Alloh Ta’ala berkenan memberinya petunjuk dan taufiq kepada Millah Ibrahim yang hanif.

Semakin besar perbuatan keji, syirik dan tughyan ketika memasuki bulan haram, mencerminkan bodohnya agama seseorang. Selain itu juga menandakan kekejian yang besar telah mengakar dalam dirinya.

Tentang hal ini Alloh Ta’ala berfirman:

”Fitnah (perbuatan Syirik dan menghalangi kaum muslimin menuju fie sabilillah) adalah lebih besar lagi dosanya daripada pembunuhan…” 

[Al-Baqarah: 218]

Karena, amat besar dosanya melakukan perbuatan-perbuatan tersebut pada bulan apapun, apalagi ini pada bulan Haram. Sebagai bulan yang diagungkan umat Islam sejak Nabi-nabi terdahulu hingga sekarang.

Adapun saat ini, kaum muslimin sangat kecil perhatiannya pada bulan-bulan Haram. Bahkan saat memasuki bulan-bulan Haram justeru marak diselenggarakannya perbuatan Syirik dan perbuatan keji yang lainnya.

Hal ini, semakin menambah dosa bagi mereka dan akan melipat-gandakan azab untuknya baik di dunia dan akhirat.

Wal ‘iyyadzu billah, wallohu a’lam.

 

Baca juga artikel berikut ini: