Mizutex.com — Mungkin diantara pembaca banyak yang bertanya, mengapa akhir-akhir ini redaksi Mizutex kerap kali membongkar sejumlah akun media social, toko online dan website yang mencuri dokumentasi Mizutex? Mengapa setiap property Mizutex baik berupa foto, gambar dan video yang di-copy oleh pihak lain wajib mencantumkan sekurang-kurangnya nama Mizutex.com?

Berikut alasannya:

Pertama, Setiap materi website Mizutex.com berisi tentang artikel-artikel dan review berbagai jenis-jenis bahan kain yang kami jual. Artikel-artikel tersebut memang sengaja dibuat untuk memberikan edukasi yang baik khusus kepada calon pembeli Mizutex.com.

Disamping itu, artikel dan foto yang dipublikasikan di website Mizutex.com merupakan sarana yang paling penting dalam meningkatkan trafik website dan juga menjadi sarana untuk mendatangkan calon pembeli.

Demikian pula halnya dengan foto dan video yang dibuat oleh redaksi, semuanya adalah bertujuan untuk memberikan penjelasan yang gamblang kepada konsumen kami.

Setiap materi dibuat membutuhkan modal yang tidak sedikit. Baik secara materi, waktu dan intelektual.

Oleh karena itu, segala hal yang telah dipublikasikan di website Mizutex.com adalah menjadi hak cipta redaksi Mizutex.com

Kedua, Berdasarkan penjelasan pada poin pertama, maka dapat difahami, bahwa dalam membuat konten-kontem yang berkualitas tidak bisa sembarangan, membutuhkan keterampilan yang khusus dan membutuhkan waktu yang tidak sebentar.

Setiap materi yang dibuat harus melalui proses dan tahapan-tahapan yang panjang, hingga bisa disajikan dengan baik kepada pembaca Mizutex dan hingga hasil jerih payahnya dapat dinikmati atau sekedar untuk bisa menopang kelangsungan hidup.

Diantara proses yang harus dilewati setidaknya adalah: research, mind mapping, dokumentasi (baik berupa gambar maupun referensi), typing, editing, hingga proses publikasi.

Setiap proses yang dilalui memiliki tingkat kesulitan yang berbeda-beda dan setiap prosesnya tidaklah mudah. Ada kalanya pada salah satu tahapan pembuatan artikel harus melibatkan talenta profesional sehingga bisa diperoleh hasil yang baik.

Sebagai informasi tambahan, bahwa profesi yang bergelut pada bidang pembuatan artikel untuk tujuan Content Marketing biasanya dikenal dengan julukan Copywriter. Tugas profesi ini adalah membuat artikel edukatif dengan bahasa promosi yang dapat mengajak pembaca untuk membeli suatu produk.

Setiap perusahaan atau sebuah brand ternama, akan memberikan gaji kepada seorang Copywriter yang telah membuatkan artikel untuk produk mereka. Tugas Copywriter adalah membuat artikel dengan bahasa yang menarik untuk membuat pembaca mau membeli produk mereka. Dan jasa seorang Copywriter bagi perusahaan sangatlah besar, karena dapat membentuk opini publik yang positif dan dapat meningkatkan reputasi perusahaan.

Sedangkan profesi yang bergelut pada bidang pembuatan foto untuk tujuan komersil biasa dikenal dengan julukan Photographer. Tugas profesi ini adalah membuat sebuah foto yang bernilai jual.

Seorang Photographer harus mengerahkan seluruh kemampuannya ketika membuat foto produk. Yaitu dengan teknik pengambilan foto yang baik, serta dapat menonjolkan point of interest pada karya fotonya.

Anda pasti tau, bahwa setiap foto yang bagus tentu akan membuat orang lain merasa tertarik untuk melihatnya, terlebih untuk suatu produk komersil. Karya fotografi sangatlah berguna bagi target konsumen untuk memberikan edukasi dan promosi untuk meningkatkan penjualan atau tujuan komersil lainnya.

Agar tujuan pada sebuah karya foto dapat bernilai jual dan bermanfaat bagi target market, maka harus memiliki teknik fotografi yang benar. Sebab, jika seseorang tidak memiliki teknik fotografi yang benar untuk produk bernilai jual, maka target konsumen tidak akan merasa tertarik dan merasa tidak butuh kepada produk yang ditawarkan melalui sebuah foto. Meskipun kamera yang digunakannya sudah tergolong mahal.

Ketiga, Berdasarkan pada poin pertama dan kedua, telah diketahui bahwa pekerjaan seorang Copywriter dan Photographer tidaklah mudah, tenaga mereka dibayar dan hak intelektual mereka diapresiasi.

Oleh karena itu, segala hal tindakan plagiat (pencurian) konten yang mengandung hak kekayaan intelektual dan dilakukan tanpa menyebutkan sumbernya yang sah, maka hal itu dapat dikatakan sebagai sebuah kejahatan.

Lebih-lebih, jika materi (foto atau artikel) yang dicuri telah diklaim sepihak, bahkan di-hak milik (diklaim) secara dusta, lalu dicatat watermark dan copyright-nya atas nama plagiator (pencuri konten). Maka, tindakan-tindakan ini adalah hal yang sangat berani dan memalukan.

Sebagai contohnya adalah sebagai mana berikut:

  1. Si A mengambil foto dari Mizutex.com, kemudian dalam foto tersebut watermark logo Mizutex.com dihapus dan diganti dengan logo milik si A. Foto yang diambilnya pun dipergunakan untuk tujuan komersil (menghasilkan uang). Hal inilah yang disebut dengan tindakan mengklaim secara dusta atas foto yang telah diambil dari Mizutex.com.
  2. Si B mengambil foto dan artikel dari Mizutex.com, kemudian watermark logo Mizutex.com dihapus atau di-crop. Lalu, foto dan artikel Mizutex dipublikasikan ulang baik di website atau akun media social, namun menyebutkan bahwa sumber artikel atau foto tersebut adalah dari si C. Hal inilah yang disebut dengan tindakan menyebutkan sumber secara tidak sah.

Keempat, Sebagaimana survey yang telah dilakukan oleh tim cyber Mizutex, bahwa telah tertangkap basah sejumlah plagiator (pencuri konten) website Mizutex.com yang rata-rata adalah pemilik website toko online dan publisher (Google Adsense: Jejaring iklan Google).

Kedua jenis website tersebut adalah website yang dibuat untuk tujuan komersil (menghasilkan uang). Parahnya, ada diantara website-website plagiator tersebut yang menganti watermark logo Mizutex.com yang tertera di dalam foto dengan logo mereka sendiri.

Ada pula yang meng-crop watermark logo Mizutex.com lalu memberikan keterangan yang datang dari sumber yang tidak sah (salah menyebutkan sumbernya).

Demikian pula, tidak sedikit materi-materi artikel Mizutex.com yang di-copy secara keseluruhan atau sebagaian oleh pemilik website toko online dan publisher, namun tidak menyebutkan bahwa artikel itu bersumber dari Mizutex.com. Bahkan, ada pula yang teledor dengan menyebutkan bahwa sumbernya dari pihak yang tidak sah (salah menyebutkan sumbernya).

Perbuatan-perbuatan ini sangatlah tidak terpuji, teledor dan termasuk dalam perbuatan pencurian hak kekayaan intelektual milik orang lain.

Padahal, telah dijelaskan bahwa dalam proses pembuatan artikel ataupun foto, sangat dituntut untuk melibatkan berbagai profesi atau keterampilan yang khusus di bidangnya. Tujuannya, adalah agar setiap artikel dan foto yang disajikan dapat bernilai jual, bermanfaat, bisa memberikan edukasi yang tepat dan dapat mendorong orang lain untuk membeli produk yang ditawarkan.

Oleh Karena itu, betapa naifnya orang-orang yang berjualan online dan para pemilik website publisher yang ingin mendapatkan keuntungan yang berlimpah, namun mengambil foto dan artikel dari Mizutex.com. Mereka enggan bersusah payah untuk berfikir keras dalam membuat artikel yang menarik untuk melariskan dagangannya dan untuk meningkatkan trafik website mereka.

Mereka pun enggan untuk repot-repot memotret foto milik sendiri yang edukatif, yang bagus dan yang bernilai jual agar bisa memikat pembeli untuk melakukan transaksi kepadanya atau sekedar untuk melihat-lihat produknya.

Mereka hanya mau menempuh jalan praktis yang tidak terpuji, meskipun semua perbuatan itu hanya akan menjadi boomerang bagi website publisher-nya dan toko online miliknya.

Anehnya, tidak sedikit pula yang mengambil foto milik Mizutex adalah para penjual kain, gamis, konveksi dan para dopshiper tekstil.

Pertanyaannya, bukankah mereka sendiri memiliki produk-produk kain? Bukankah dalam berjualan online mereka juga memiliki smartphone yang dilengkapi dengan kamera?

Bahan Linen seperti apa? Mari ketahui jenis dan ciri-cirinya secara lengkap
Linen Premium by Mizutex

Saran bagi pemilik toko online, konveksi dan website publisher

Pertama, Alangkah baiknya, ketika menggunakan materi (foto atau artikel) milik orang lain yang ditujukan untuk mendapatkan keuntungan secara materi (komersial), seyogyanya mereka mencantumkan pemilik gambar atau artikel tersebut. Pastikan sumber yang disebutkan adalah sumber yang sah, bukan sumber yang salah alamat.

Catat dan sebutkan sumber yang anda ambil, meskipun dengan sedikit perubahan.

Kedua, Jika ada pihak yang menggunakan konten website milik orang lain untuk tujuan komersil, maka sesungguhnya sang pemilik konten (foto atau artikel) yang sah punya hak untuk mendapatkan sisi positif dari jerih payahnya. Adapun diantara sisi positif yang mungkin akan diperoleh pemilik konten (foto atau artikel) adalah: Hasil jerih payahnya akan dikenal luas, karena tercantum namanya pada foto dan artikel yang telah dipublikasikan ulang. Kemudian, websitenya semakin banyak dikenal dan dikunjungi, dagangannya laris dan semua hal ini pun sudah menjadi hak baginya atas jerih payahnya dalam membuat konten.

Demikian pula halnya, peng-copy bisa mendapatkan uang yang tidak sedikit dengan adanya materi yang telah diambil dari website orang lain. Khususnya, jika memang materi (foto dan artikel) yang diambil berkaitan langsung dengan apa yang dia jual dan diperdagangkan, serta berbanding lurus dengan peningkatan trafik pada websitenya.

Ingatlah prinsip dalam pelajaran biologi: Simbiosis Mutualisme, bukan semata-mata menjadi oportunis-materialis.

Ketiga, Jika mereka tidak mau disebut sebagai plagiator—pencuri konten—website milik orang lain, maka sudah seharusnya mereka mengeluarkan uang untuk mencukupi kebutuhan konten website milik mereka sendiri.

Setidaknya, mereka harus membayar Copywriter, Photographer atau Videographer yang bisa memberikan karya yang sesuai dengan kebutuhan mereka dan semua profesi itu tidaklah digaji dengan harga yang murah.

Dan mereka diharuskan untuk memulai sedari awal bisnis mereka, baik toko online maupun website publisher, dengan membuat artikel dan foto berdasarkan jerih payah dan modal dari uang mereka sendiri.

Oleh karena itu, jangan hanya mengandalkan mimpi yang muluk-muluk dan mengharapkan dolar-dolar yang banyak mengalir secara berlimpah dari website publisher yang dia kelola, padahal isi dari website-nya hanyalah hasil plagiat (curian) dari jerih payah orang lain. Dan jangan pula hanya mengharapkan konversi toko online yang tinggi, lalu bermimpi mendapatkan transaksi yang laris-manis pada produk-produknya, namun foto dan caption yang disajikan hanyalah hasil copy-paste dari toko online milik kompetitor sejatinya.

Jika ada orang-orang di sekitar anda yang melakukan hal-hal yang kami sebutkan diatas, ingatkanlah ia agar segera meninggalkan cara-cara tersebut dan sarankanlah untuk mulailah usahanya dengan cara yang baik. Karena, perbuatan-perbuatan tersebut akan menjadi boomerang bagi dirinya dan bagi usahanya, atau minimal usahanya tidak akan menjadi berkah.

Keempat, Tidak punya stok foto-foto yang banyak? Kami menyarankan agar berbelanja foto-foto di situs-situs microstok photo. Ada banyak sekali karya-karya foto yang bisa dibeli dengan harga yang murah dan berlimpah. Namun, akan sangat sulit mencari foto yang tepat sesuai dengan kebutuhan komersil sebaimana yang diinginkan.

Karena, meskipun ada jutaan foto yang tersedia di situs microstok photo, namun belum tentu sesuai dengan bisnis yang sedang dijalankan. Misalnya tentang kain Linen, kain Toyobo, gamis polos, gamis motif, jilbab bergo dan produk-produk lain sebagainya.

Perlu disebutkan pula, bahwa pada situs-situs microstok tersebut juga punya aturan ketat dalam memanfaatkan karya fotografi yang dijual. Bahwa, dalam setiap penggunaan foto agar menyebutkan nama pemilik yang sah (photographer) dari foto yang mereka ambil, ketika foto tersebut digunakan untuk tujuan komersil.

Mereka juga punya aturan, bahwa setiap photographer yang menjual foto di situs mereka adalah foto yang sah dari pemilik foto. Dan jika di dalam foto mereka ada seorang model, maka mereka harus memiliki “Model Release” dari orang yang ada di dalam foto. Hal ini penting untuk diketahui agar para muslimah tidak sembarangan mengupload foto atau menggunakan foto orang lain untuk tujuan komersil.

Kelima, Tidak bisa membuat artikel? Kami menyarankan agar menghubungi para Copywriter Freelance yang banyak bertebaran di internet. Insya Allah, mereka dapat membantu anda untuk membuatkan 1 (satu) artikel dan anda pun bisa sesuka hati memberikan request sebagaimana yang anda butuhkan. Bisa meminta edit, ganti keyword atau meminta dibuatkan judul yang menarik pembaca.

Jika belum merasa cukup dengan 1 artikel yang telah dibuatkan oleh sang Copywriter, maka anda bisa menghubunginya kembali untuk membuatkan artikel-artikel berikutnya.

Keenam, Tidak bisa membuat artikel dengan bahasa yang menarik? Tidak punya foto yang bagus untuk berjualan online atau website publisher?

Dipersilahkan mengambil artikel, foto ataupun video Mizutex, baik secara keseluruhan ataupun hanya sebagian, namun WAJIB mencantumkan sekurang-kurangnya “Sumber dari Mizutex.com”.

Adapun contoh kasus “mengambil secara sebagian” adalah sebagaimana berikut:

  1. Si A mengambil nama-nama kain yang ada di website Mizutex dan mendeskripsikannya sebagaimana yang ditulis oleh redaksi Mizutex, walaupun tidak menyertakan penjelasan yang lengkap, maka wajib mencantumkan sekurang-kurangnya “Sumber dari Mizutex.com”.
  2. Si B mengambil foto dari Mizutex, kemudian mengambil (meng-crop) sebagian foto tersebut untuk memperlihatkan detail serat kainnya, maka wajib mencantumkan sekurang-kurangnya “Sumber dari Mizutex.com”.
  3. Si C mengambil foto dari Mizutex, kemudian tidak melakukan perubahan apa-apa, maka wajib mencantumkan sekurang-kurangnya “Sumber dari Mizutex.com” dan watermark logo Mizutex di dalam foto tersebut dilarang untuk dihilangkan atau ditutupi.

Demikianlah penjelasan ini dibuat oleh redaksi Mizutex.com dan kami akan terus melakukan survey terhadap pihak-pihak yang mengambil materi website ini.

Kedepan, bagi siapa saja yang mengambil materi website ini dan enggan untuk menyebutkan sumbernya secara jelas, maka kami tidak akan segan-segan untuk mencantumkan daftar nama-nama website atau akun media social mereka disini.

Atas perhatian dan kerjasamanya yang baik, kami ucapkan ribuan terima kasih.

“Selamat berjualan dan semoga berkah”

Rizal | Mizutex.com

————

Daftar website yang telah banyak melakukan plagiat artikel dan gambar Mizutex.com tanpa menyebutkan sumber dari Mizutex.com serta tidak mengindahkan pemberitahuan dari kami (akan terus di-update).

www.ethica-collection.com | olshop gamis

www.olympics30.com | website jejaring iklan atau publisher

Bagi admin website yang masuk dalam daftar hitam diatas dan ingin di-remove dari list tersebut, dapat menghubungi redaksi Mizutex jika sudah mengoreksi dan mengedit artikel atau gambar yang di-plagiat dari website kami.